
Sudah dua hari ini aku menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh istriku, mulai dari memasak nasi, mencuci pakaian, dan membersihkan kamar setelah itu baru menyiapkan perlangkapan untuk berangkat kerja, ya hal ini disebabkan karena istri ku yang selama ini sehat dan bugar tiba-tiba kemaren mendadak sakit.
Aku sangat khawatir dengan keadaan istriku karena sudah dua hari sakit badannya sangat panas sekali ditambah lagi dia sedang mengandung 6 bulan anak pertama kami, ngga tega rasanya meninggalkannya sendirian di rumah walaupun hanya sebentar untuk bekerja.
Setelah berberes dan menyiapkan sarapan dan makan siang buatnya nanti, saya berpamitan untuk berangkat kerja, berat hati ini rasanya tapi harus bagai mana lagi saya harus berangkat ke tempat kerja. Ketika mau berangkat istriku berpesan kalau pulang nanti dia minta tolong dibawakan es cendol, ku perhatikan wajahnya dengan seksama dan di dalam hati aku bergumam sepertinya istriku lagi ngidam, tanpa menunjukan rasa ragu dan banyak bertanya langsung ku iya kan permintaan istriku sembari berpamitan dan berangkat.
Siang itu yang ada dipikiranku adalah hari ini aku harus pulang lebih awal dan membawakan es cendol kesukaanya, jam 16.30 WIB setelah selesai sholat ashar saya langsung meluncur ke arah jalan riau di samping LIA karena di sanalah tempat kami biasa kalau jajan baso tahu dan es cendol kalau lagi libur dan kebetulan es cendol di sana menjadi favorit buatnya.
Begitu senang dan bahagianya hati ini melihat dia menikmati es cendol yang kubawakan untuknya, hilang sudah rasanya lelah di tubuh ini ketika melihatnya kembali tersenyum.
Tetaplah tersenyum ya istriku….., lekas lah engkau sembuh.