Wendy Hidayat WeBlog’s

August 14, 2008

Rehat sejenak sambil diskusi

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 3:19 am

Dua hari yang lalu saya, mas didiet dan mas rayyan diskusi mengenai kondisi tim futsal kami (Sharing Vision FC) yang sedang berlaga di Technopreneur Soccer League. Beberapa pertandingan kebelakang tim kami sedang tidak beruntung, permainan menarik dan performa yang bagus sudah mampu kami tunjukan namun hasilnya tim kami sampai saat ini masih belum menunjukan tanda-tanda mencapai hasil yang sesuai dengan harapan kami malah dua pertandingan kebelakang kami mendapat 2 kali kekalahan beruntun Rolling Eyes

Point penting dari pembicaraan kami adalah bagaimana kami harus menghargai dan memberikan kepercayaan penuh kepada teman-teman satu tim untuk bermain secara tim dengan maksimal dan jika pertandingan kemaren kami masih belum beruntung mungkin ini bukan semata karena kesalahan di para pemain melainkan kami harus lebih memeras otak lagi untuk mengatur strategi yang lebih tepat dengan memaksimalkan pemain-pemain yang ada. Chayooo buat teman-teman SV Spaz

Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan, tim sepak bola yang paling habat sekalipun pasti pernah mengalami kekalahan dan kegagalan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kegagalan demi kegagalan tersebut dapat dijadikan bahan pelajaran dan pengalaman untuk membentuk sebuah tim yang solid dan tangguh.

July 22, 2008

Kampung Nan Jauh Di Mata….

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 6:29 am

Manna adalah sebuah kota kecil yang merupakan kota di Kabubaten Bengkulu Selatan, yang terletak di Sebelah Barat Bukit Barisan dan merupakan Wilayah Pesisir Pantai Lautan Samudra Hindia.

Masyarakat Manna atau biasa di sebut dengan Warga Masyarakat Bengkulu Selatan sebagian besar adalah petani dan nelayan, selebihnya adalah pedagang dan pegawai negeri. Potensi daerah yang dimiliki sebenarnya cukup banyak, hanya saja karena keterbatasan sumber daya manusia dan dana mungkin yang menyebabkan ekplorasi sumber daya alam kurang begitu lancar sehingga daerah ini menjadi lambat berkembang dibandingkan dengan daerah2 lain, walaupun demikian saya tetap bangga menjadi putra daerah Bengkulu Selatan karena ga ada kata terlambat untuk berpartisipasi menyumbang sesuatu untuk tanah kelahiran :) .

Terlepas dari itu semua, jika ada yang berminat untuk maen atau jalan-jalan ke Bengkulu tepatnya ke daerah Bengkulu Selatan jangan lupa untuk menyempatkan waktunya maen ke Pantai Pasar Bawah karena menikmati sunset disore hari di pinggir Pantai Pasar Bawah ternyata benar-benar indah dan menyenangkan sekali, sepertinya ga kalah dengan suasana pantai kuta bali :) .

Suasana panas tidak menyurtkan keiinginan untuk menikmati pemandangan di pinggir pantai pasar bawah

Semakin sore suasana pantai semakin indah

Ingat masih kecil, pulang sekolah sama teman2 berenang dan berselancar di sini,

Menikmati pemandangan pantai pasar bawah di sore hari bersama istri

Indahnya ciptaan Tuhan

Tempat ini masih menjadi favorit saya bersama teman-teman kalau pulang kampung

July 1, 2008

Tersiksanya sakit mata

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 9:47 am

Sabtu kemaren pulang maen futsal tiba-tiba mata koq terasa merah dan perih.

Ah biasa, mungkin karena kemasukan debu, perkiraan ku karena pulang dari Meteor Futsal saya emang ga pake helm yang ada kacanya alias helm full face.

Tapi ternyata perkiraan ku salah karena mataku semakin merah, perih dan membengkak.

Ah ternyata kena symtomnya sakit mata nih, …pedih dan ga enak banget, benar-benar tersiksa (

Terpaksa dech akhirnya berangkat ke Jakarta dengan keadaan mata sebelah yang sakit :(

April 29, 2008

Iseng !@#$%

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 4:22 am

Banyak orang mengatakan bahwa, Dunia tanpa persaingan ibarat dunia tanpa warna. Tidak ada keindahan, tidak ada antusiasme. Persaingan penting karena memberikan gairah untuk berusaha dalam berkompetisi.

Apakah hidup juga membutuhkan persaingan??

January 17, 2008

Kemanakah perginya sang kedelai ??

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 10:19 am

15 Januari 2008

Kupandangi jam yang terpaku di dinding disebelah kiri atas tempatku duduk bekerja sudah menunjukan pukul 16.55 WIB, kuperhatikan pekerjaan yang ada di komputer didepanku sudah mengisyaratkan untuk break. Suasana sore kota Jakarta kupandang dari atas gedung D Bank Indonesia kembali mulai terserang musibah bencana alam Macet, suasana ini menambah semarak kota Jakarta yang tiada matinya.

Diikuti dengan detik jam yang semakin berlari meninggalkan sore akupun berkemas membersihkan meja kerja menuju kost-kostan yang ada di daerah kebon kacang yang menjadi base camp kami ketika kami harus stand by bekerja di jakarta.

Seperti biasanya sebelum sampai ke tempat kostan aku menyempatkan diri untuk mampir membeli makanan dan cemilan untuk bekal bekerja diwaktu malam hari. Salah satu cemilan favoritku adalah gorengan tempe dan tahu yang dijual di area dekat kostel kebon kacang yang menjadi area tempat base camp kami.

Sesaat kuperhatikan ada sesuatu yang mengganggu pemandangan mataku, tidak seperti biasa aku tidak melihat adanya gorengan tempe dan tahu yang disediakan oleh bapak penjual gorengan. Dengan rasa ingin tahu diikuti dengan dahaga lapar yang cukup besar karena kebetulan sudah 3 hari aku tidak makan gorengan, kuberanikan diri untuk coba bertanya :

Pak, tempe dan tahunnya koq ga ada?

Kemudian si bapak penjual gorengan tersebut menjawab diikuti dengan raut dan nada suara setengah serius dan bercanda :

Tahu dan tempenya lagi pada demo mas,

Kita tunggu aja, nanti kalau sudah selesai demonya tahu dan tempenya akan balik sendiri (si bapak penjual sambil mengekspresikan senyumnya yang terlihat agak dipaksakan)

Sepintas kalau kita perhatikan ungkapan si bapak penjual gorengan tersebut merupakan canda ringan bentuk sebuah kekecewaan dan kepasrahan dengan kondisi yang dihadapinnya.

Tidak hanya bapak penjual gorengan saja yang mengalaminya, bapak dan ibu-ibu penjual warung nasi padang dan warteg di pelataran seberang jalan kantor BI pun ikut menjadi sepi dengan suasana sajian tahu tempenya.

Sebenarnnya apakah yang sedang terjadi dengan tahu??

Bagaimanakah keadaan sang tempe??, dan

Kemanakah perginya sang kedelai??,

Sang kedelai yang dulunya bersahabat dengan orang-orang kecil kini malah memusuhi dan menjauhi mereka.

Apakah ini sebuah permainan politik orang-orang yang berkuasa yang hanya memikirkan dirinya sendiri sehingga mencoba menghalalkan segala cara walaupun harus mengorbankan rakyat kecil?

Ataukah memang negeri kita ini yang sudah terlalu miskin dengan kebutuhan pokok dan hasil perkebunannya sehingga mengharuskan kita untuk bergantung dengan negara lain??

Hanya………yang tahu.

Kita hanyalah orang-orang kecil layaknnya teh botol* yang selalu menjadi sajian terakhir dari hidangan-hidangan yang enak-enak buat sang penguasa.

* Inget sama Mas Alfa

November 29, 2007

Busway oh busway….

Filed under: INTERMESO — Wendy @ 9:07 pm

04.07 AM, Bdg 30 November 2007

Pemandangan macet, berdebu, dan penuh sesak sudah bukan menjadi potret yang aneh bagi masyarakat kota jakarta, ditambah lagi dengan banjir yang semakin menambah semarak hiasan taman jakarta.

pengalaman pertamaku naik busway melahirkan sebuah pengalaman yang mengesankan ketika aku terjepit dipintu busway dan tidak ada satu orangpun masyarakat jakarta yang ada di dalam busway tersebut mencoba untuk menolongku, yang ada hanya tatapan yang sinis dan omelan dari sang penjaga pintu busway.

satu pertanyaan besar yang ada di kepalaku saat itu, apakah semua penghuni jakarta ini sudah melupakan rasa kasih dan tolong menolongnya, apakah yang ada di kepala mereka hanya uang dan uang, atau malu berbuat benar didepan orang banyak???? Hanya merekalah yang tahu……

Busway tetaplah busway……(^_^)

Blog at WordPress.com.