Wendy Hidayat WeBlog’s

October 22, 2009

Jati Diri Negeri yang Terpatenkan oleh Tetangga Sebelah

Filed under: Renungan Hati — Wendy @ 3:13 am

Belum satu bulan Batik dan Angklung di patenkan oleh Indonesia, eh tiba-tiba dapat berita kalau malaysia juga ngga mau ketinggalan ikut mematenkan budaya dan keseniannya, yang bikin geram saya adalah diantara budaya dan kesenian yang mereka patenkan ada beberapa jenis makanan tradisional milik indonesia yang mereka klaim dan patenkan, apa saja jenis makanan tradisional kita yang sudah dipatenkan oleh malaysia itu: Nasi Tumpeng, Ketupat, Lemang, Dodol, Air Kelapa, nasi Goreng, Pisang Goreng, Wajik, Tapai, Lempuk Durian, Otak-otak, Rendang, tempoyak dll.

Di bidang kesenian, Mereka juga mematenkan gamelan, wayang kulit, gendang, tari Zapin, dan masih banyak lagi. Info pematenan bisa dibaca di situs warisan.gov.my dan beritanya dapat dibaca di media cetak Republika.

Semakin banyak saja produk budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Sedangkan pemerintah kita masih sibuk berpolitik dan memikirkan diri sendiri tidak sigap dengan kondisi yang ada, terkesan lamban dalam menginventalisir budaya yang ada di negara sendiri dan baru bereaksi setelah ada isu klaim dari negara sebelah itu, mau jadi apa negeri kita ini??

December 4, 2007

Dinding Hati…..

Filed under: Renungan Hati — Wendy @ 10:17 am

Jakarta, 04-12-2007

Ada pepatah lama mengatakan, “sepandai-pandai tupai melompat suatu waktu pasti pernah mengalami jatuh”, jika kita kaitkan dengan kondisi bangsa kita saat ini mungkin seperti itulah gambaranya, kita sedang mengalami suatu keadaan dimana sang tupai merasakan jatuh dari pohonya. Tapi tupai hanyalah seekor binatang yang pandai melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, apakah kita juga seperti itu??

Terlepas dari sang tupai, yang menjadi sorotan saya kali ini adalah bagaimana kita bisa bangkit dari jatuh untuk memperbaiki diri, berbenah diri sehingga suatu saat kesalahan ke-2 tidak akan terulang lagi.

Coba kita perhatikan secara seksama nasib negeri ini, masih sempatkah kita menarik bibir dan tersenyum lebar ketika saudara kita masih ada yang mencuri hanya untuk sesuap nasi?

Masih mampukah kita membuka mulut dan tertawa ketika saudara kita masih ada yang menangis?

Dan masih pedulikah kita kepada mereka??

Sebuah makna khusus yang harus kita renungi besama, yaitu Apa yang bisa kita lakukan buat mereka, apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini??

Blog at WordPress.com.