Wendy Hidayat WeBlog’s

June 9, 2009

Memforward SMS Secara Otomatis

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 5:42 am

Sedikit mau share mengenai cara melakukan forward SMS secara otomatis alias menyadap SMS :)

Syarat yang harus dipenuhi adalah:

  1. Tips Ini bertujuan hanya untuk sharing bukan untuk hal-hal lainnya
  2. Merek HP yang digunakan adalah NOKIA.
  3. Memiliki aplikasi simbyan (smsanywherelite.sis)

Hp anda harus symbian dan nokia (kalo bisa). dan hp teman anda yang akan disadap /diforward SMSnya juga symbian dan nokia. (tidak bermaksud untuk promosi nokia ni). Kalo ga punya nokia, jangan teruskan baca artikel ini karena besar kemungkinan akan gagal. Ikuti instruksi berikut ini untuk menyadap atau memforward sms hp :

  1. Masukkan aplikasi symbian itu di HP anda dan teman anda
  2. Begitu aplikasi ini diinstal, kamu tidak bisa melihat program maupun ikon aplikasi itu dalam ponsel. Seluruh pengontrolannya harus lewat sms, mulai dari pengaktifan dan mematikan program, mengubah password, hingga pengiriman sms ke ponsel lain. Tapi justru itu keuntungannya jika digunakan sebagai alat sadap. Berarti sang target kan tidak tahu kalau diponselnya telah dipasangi aplikasi tersebut. Justru itu, teman anda tidak akan tahu kan kalo smsnya disadap? Karena aplikasi symbian ini belum mendukung GUI (Graphics User Interface).
  3. Siapkan hp/ponsel korban anda
  4. Siapkan HP anda yang akan menerima sms masuk dari korban anda.
  5. Aktifkan aplikasi ini di ponsel korban kamu dengan mengetik format sms -[ SA(spasi)(password)(spasi)ON ]-. Panjang password maksimal 8 karakter. Misal, jika password kamu adalah 123456, ketikkan SA 123456 ON kirim sms ini ke nomor ponsel kedua/ponsel kamu. Untuk mematikannya, ketik SA 123456 OFF ke nomor yang sama.
  6. Lalu, jika anda ingin menyadap lebih dari 5 hari..atau setiap sms masuk di hp korban akan selalu diteruskan ke hp anda, ketik sms ini di hp korban anda : SA(spasi)(password)(spasi)R1, misal SA 1234567 R1. Untuk mematikan fungsi ini ganti parameter di belakang “R” menjadi nol. Jadi, tuliskan SA 1234567 R0. Sedangkan untuk meneruskan setiap sms keluar, kirim sms bertuliskan SA 1234567 S1 ke nomer kamu. Matikan fungsi ini dengan mengirim SMS SA 1234567 S0
  7. Sekarang, setiap korban menerima dan mengirim sms..kamu akan mendapat terusannya sama persis dengan sms aslinya.

Selamat mencoba, Heheheeeee.e..

September 4, 2007

Tukang becak naik haji : kisah Wahid yang cerdas finansial

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 3:09 am

Wahid (56), penarik becak yang biasa mangkal di kawasan Gunung Pereng, Kec. Cihideung, Tasikmalaya, bersyukur mampu menunaikan haji bersama istrinya Siti Hujaenah pada tahun 2004.

“Saya merasa bersyukur, karena dari hasil cucuran keringat ini bisa naik haji dan menyekolahkan anak, kata haji Wahid saat ditemui di Terminal Bus Tasikmalaya, demikian dituturkan Pikiran Rakyat.

Wahid mulai menarik becak tahun 1972 di Gunung Pereng. Sejak awal Wahid bertekad memiliki becak sendiri, maka dia mencicil becak secara kredit Rp 150,00/hari. Tentunya jumlah yang cukup besar waktu itu. Cicilan itu dia bayar kurang lebih selama setahun. Lunas membayar becak, Wahid mulai membeli tanah buat tempat tinggalnya. Berkat kerja keras siang malam dan kedisiplinannya dalam mengelola uang maka ia mampu membeli tanah dan membangun rumah.

Usai memiliki rumah Wahid kembali mengambil cicilan becak. Becak itu kemudian dia sewakan kepada rekan lainnya. Ternyata hasilnya lumayan. Dari 1 becak sewaan itu Wahid terus menambah hingga kini memiliki 40 becak! Sebanyak 25 becak disewakan dengan tarif Rp 4000,00/hari. “Sisanya saya kreditkan kepada orang lain,” ujarnya.

Walau tidak sekolah maupun membaca buku, Wahid cukup cerdas finansial. Setelah becaknya bertambah, ia akhirnya mendirikan kamar kontrakan di daerah Gunung pereng, Kota Tasikmalaya. Saat ini ada 25 kamar kontrakan dengan sewa Rp 85.000,00/bulan. “Lumayan untuk menambah penghasilan,” katanya. (Jelas lebih dari lumayan, ini berarti Wahid punya passive income hingga 2,125 juta per bulan. Ini hebat karena hanya sedikit orang yang memiliki’kemewahan’ seperti ini.)

Wahid punya cita-cita naik haji. Sejak punya dua becak Wahid sudah mulai menabung agar bisa naik haji. Tak ada target harus berapa besar tabungannya terisi setiap bulan, Wahid hanya menyisihkan uang dari hasil usahanya setelah digunakan untuk makan serta kebutuhan sehari-hari. Setelah menabung 30 tahun, akhirnya Wahid dan istrinya bisa naik haji tahun 2004. (Subhanallah, niat mulia yang disertai ketetapan hati sungguh akan mendapat bantuan dari Allah.)

Wahid juga berhasil memberikan pendidikan yang cukup kepada 3 anaknya. Si sulung lulusan Diploma 2. Adiknya lulusan SMA. Yang bungsu masih SMA.

Hingga sekarang Wahid masih mengayuh becak. Sehari kadang mendapat Rp 10-20ribu. Kadang sama sekali kosong. tapi semua itu dijalaninya dengan kesabaran, keuletan, dan kerja keras.

Kisah nyata haji Wahid itu menunjukkan bahwa sukses secara finansial tidak ditentukan oleh besarnya penghasilan, namun oleh disiplin dalam mengelola uang dan adanya tujuan cita-cita yang jelas. Pelajaran yang menarik dari kisah ini :

  • Wahid ingin mempunyai alat produksi sendiri (becak) karena itu dia bersedia untuk menunda berbagai kesenangan demi mendapatkan alat produksi (mendahulukan aset)
  • Selanjutnya ia menyimpan hartanya dalam bentuk yang paling manfaat yaitu rumah untuk keluarganya. Hal ini menimbulkan ketenangan batin dan meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berusaha. (mengamankan kebutuhan dasar)
  • Setelah hal paling dasar dipenuhi, Wahid menambah jumlah alat produksi dengan memperbanyak becaknya, dan menyewakannya kepada orang lain. (meningkatkan penghasilan melalui bisnis, sebuah sistem usaha penyewaan becak)
  • Hasil usaha kemudian diamankan dalam bentuk kamar kontrakan yang memberikan penghasilan. (mengubah kekayaan menjadi aset pasif income melalui real estate)
  • Wahid dengan kesungguhan senantiasa membela cita-citanya, seperti punya becak sendiri, punya rumah, beli lebih banyak becak, punya kontrakan, menyekolahkan anak, naik haji. (kejelasan cita-cita untuk kesejahteraan jangka panjang, mengalahkan kesenangan jangka pendek)

Kita perlu belajar kepada Haji Wahid ini.

 

Mengapa kita mencintai Muhammad rasulullah?

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 3:06 am

Pernahkan Anda merasa prihatin terhadap siswa, atau anak, atau orang lain, yang karena kebodohannya kemudian melakukan hal-hal yang membahayakan dan merugikan diri mereka?

 

Bayangkanlah Anda sedang memperhatikan orang yang Anda sayangi, mungkin anak Anda atau orang tua Anda, lalu Anda mengetahui bahwa orang tersebut karena ketidaktahuannya melakukan hal-hal yang akan membahayakan dirinya. Apa yang Anda rasakan? Tentu Anda prihatin, khawatir, dan gelisah bukan? Anda tentu sangat ingin menolongnya, sangat ingin memberitahunya, bahkan Anda mungkin melarang dengan sekuat tenaga untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang salah.

 

Sekarang bayangkan Anda menjadi sosok orang yang sedang diperhatikan tersebut (mungkin Anda ingat lagi dulu sewaktu kecil dan sedang diawasi oleh ibu Anda). Bayangkan bahwa saat itu Anda sedang diperhatikan, dijaga, dan dicintai, namun Anda tidak sadar. Anda sebenarnya sedang dibela mati-matian oleh orang yang begitu tulus mencintai Anda, berani membanting tulang untuk menghidupi Anda, menyuapi, merawat, dan bahkan membela dengan resiko pengorbanan jiwa demi membela Anda. Namun, sekali lagi, Anda tidak tahu betapa ada orang lain sungguh-sungguh mencintai dan membela Anda. Anda tidak tahu. Sampai suatu saat …, ketika Anda sedang sendiri, ketika Anda mungkin sedang gelisah dan sedih, ketika mungkin Anda sedang jauh dari orang itu, atau ketika orang itu tak lagi dapat Anda temui karena telah meninggal, tiba-tiba.. ya tiba-tiba Anda menyadari bahwa selama ini orang tersebut telah membela Anda dengan seluruh jiwa raganya, orang ini telah diam-diam terus mendoakan agar Anda selamat dan berhasil, orang ini diam-diam telah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk Anda. Maka, Anda akan mulai merasakan betapa mengharukan apa yang telah beliau perbuat itu demi melindungi Anda. Anda akan rasakan bahwa cintanya yang tulus itu sungguh amat sangat mulia. Anda terharu. Kalau Anda rasakan betul betapa baiknya orang tersebut kepada Anda selama ini, maka air mata Anda akan menetes saat mengenangnya.

 

Seribu empat ratus tahun lalu, ada seseorang yang oleh Tuhannya telah dibukakan tabir gaib kehidupan di alam semesta ini. Orang ini telah melihat hal-hal yang tidak dilihat manusia lain. Orang ini telah mengetahui apa yang tak diketahui orang lain. Kemudian, karena kelembutan hatinya, orang ini dengan keprihatinan yang tinggi ingin agar orang lain pun melihat apa yang telah dilihatnya, ingin agar orang lain tahu apa yang telah diketahuinya, ingin agar orang lain merasakan apa yang telah ia rasakan. Demikianlah orang ini, Muhammad rasulullah, kemudian berjuang mati-matian dengan resiko seluruh jiwa raganya untuk menyampaikan kebenaran. Dia orang yang terpandang, dia orang yang kaya, tapi dia tinggalkan semua itu demi cintanya kepada manusia lain. Dia alami penderitaan hebat selama bertahun-tahun demi cintanya untuk membela manusia lain, kita semua. Dia tidak minta imbalan dari kita, bahkan tidak juga ucapan terimakasih Ketulusan beliau ini murni dari kecintaan kepada kita semua. Itulah Muhammad rasulullah, orang yang telah membaiki kita, yang telah mendoakan kita, yang telah membela kita semua, baik kita sadar ataupun tidak. Bagaimana mungkin kita tidak terharu atas kebaikan orang ini? Bagaimana mungkin kita abaikan ketulusan cinta orang ini? Bagaimana mungkin kita sepelekan apa yang beliau lakukan untuk membela kita ini? Demikian baiknya orang ini. Ketika kita sampaikan terimakasih kita atas beliau melalui doa shalawat untuk beliau, maka saat itu pula jutaan malaikat ganti mendoakan kita. Doa shalawat kita itu seakan menjadi sepercik sinar lilin, yang kemudian dipantulkan kembali menjadi cahaya matahari! Bahkan ketika beliau sudah meninggal pun, kebaikan beliau masih terus tercurah kepada kita. Subhanallah.

 

Sungguh mulia insan Muhammad, sungguh baik beliau ini. Semoga Allah karuniakan keselamatan dan kebaikan atas diri beliau. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa ‘aali Muhammad.

 

August 29, 2007

Logika sang profesor

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 8:31 am

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas

terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa*nya dengan pertanyaan ini,

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan

semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti

Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip

kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi

bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor

tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi

dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya

bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak

pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu

-460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi

diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata

dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga

tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita

pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk

memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang

gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap

suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.

Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah

kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak

perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara

tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda

salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.

Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk

mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.

Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.

Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari

ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Healthy Soup

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 8:27 am
Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya 

gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari 

sari/kaldu janin manusia.

'Healthy Soup' yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria 

terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 - 8.

Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan, Taiwan mengaku 

sebagai pengkonsumsi tetap 'Healthy Soup'.

Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat 'Healthy Soup' ini 

mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam 

semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang 

menyediakan 'Healthy Soup' di kota Fu San-
Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk

'Healthy Soup' adalah BAIKUT. 

Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah didapat 

karena mereka tidak tersedia 'ready stock'.

Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan 

frozen.

Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang 

dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.

Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup', 

dia menganjurkan untuk datang ke

sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang 

mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, 

tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis

kelamin perempuan.

Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka 'Healthy Soup' dapat didapat dengan 

waktu dekat.

Cara pembuatan 'Healthy Soup', seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang 

meliput kisah ini adalah sebagai berikut:

Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, 

Jahe, daging ayam dan Baikut,

di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.

Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan 

bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk 'Healthy Soup'.

Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan 

untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu 

langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari 

seekor kucing. 

Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak 

dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, 

hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!).

Kali ini, harga per porsi 'Healthy Soup' 3,500 RMB karena stok sedang sulit 

untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak 

tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, 

dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal 

kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada 

yg mengetahui.

Setelah selesai, 'Healthy Soup' disajikan panas di atas meja, penulis dan 

fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah

kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat 

meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.

Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi 

perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk 

mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai

sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai 

kondisi yang sangat terkutuk.

Catatan:

Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan 

kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut.

Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita untuk apapun. Bangsa 

manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk di bumi ini, 

dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari 

pemikiran manusia waras.

memilukan hati.
 

 

 

Manusia yang tabah dan pemaaf

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 8:03 am

Bersyukurlah kamu yang begitu bahagia dimasa kecilmu
Bersyukurlah kamu yang mendapat perhatian dari ayah Bunda tersayang
Bersyukurlah kamu bila dimasa kecilmu kamu mendapat hukuman ga dapat uang jajan akibat kesalahanmu,ataupun akibat kenaklanmu
Aku bisa bersyukur sampai saat ini karena cinta-Ayah Bundaku.

Kisah nyata seorang Dave Pelzer,seorang anak manusia yang sejak berusia 4 tahun telah mendapat perlakuan kejam. Siapa sih yang pengin dicekoki makanan sisa anjing, dicemplungi ke bak mandi, sampai sekamar sama gas amoniak? Pasti tidak ada yang mau kan! Tapi, siapa sangka hal tersebut terjadi pada bocah yang semestinya bermandi kasih sayang. Ironisnya, yang tega melakukan hal itu adalah ibu kandungnya sendiri yang seharusnya memberikan kasih sayang kepadanya.
Tanpa perasaan, dia bisa menumpahkan segala kekesalan pada anaknya yang masih kecil itu. Terpaan demi terpaan yang hinggap di dirinya tidak membuat semangat bocah ini luluh, tapi justru ia menjadi sebuah sosok yang sangat tegar.Kekejaman ibunya menyisakan bercak hitam di sekujur tubuhnya akibat benda tajam dan benda tumpul yang sering digunakan oleh ibunya ketika sedang memarahinya. Di dalam hati ia berkata;
“Ibu boleh memukulku sesuka hati, tetapi aku tak membiarkannya mengalahkan tekatku untuk bertahan hidup. Di usia dini ia harus bekerja sejak jam 05.00 pagi hingga jam 24.00 akhir malam hanya untuk mendapatkan sesuap nasi dan sepotong roti itupun jika ada makanan sisa dari binatang kesayangan ibunya. Dalam hati anak kecil yang sedang manja-manjanya ini, kepada siapa saya harus meminta pertolongan ini. Ayah satu-satunya yang saya hormati ternyata tidak mampu menolong saya dan bahkan untuk menolong dirinya sendiri ayahpun tidak mampu. “Berkali-kali ayah dibentak oleh ibu ketika ia ingin menolong diriku,” demikian kata Pelzer.
A Child Called “It” adalah sebuah kisah nyata sang penulis, Dave Pelzer, dalam mengarungi masa kecil yang kelam. Awalnya, sang ibunda adalah sosok yang penuh kasih sayang, namun kemudian berubah menjadi seekor monster buas tanpa belas kasih dan abusive. Buku ini mengajarkan, sekaligus mengajak kita untuk merasakan kesendiriannya di antara kehangatan keluarga. Mereka tidak menghiraukan keberadaannya karena Dave dianggap “sesuatu”. Kita dapat merasakan kemarahannya, merasakan kesakitannya saat ia dipukuli, serta merasakan sejuta harapan dan impian yang ia pendam.
Buku ini juga terkadang menyeret kita untuk terjun merasakan isak tangis dan ratapan anak-anak yang tersiksa.
Karena tidak tahan menanggung penderitaan tersebut, anak yang berusia 7 tahun dan masih bau kencur ini minggat meninggalkan rumah dan tak tahu harus kemana kaki melangkah. Dalam keadaan yang sangat lemah, haus dan lapar muncullah seseorang, Bibi Mary namanya. Melalui Bibi Mery, Mr. Ziegler (guru), dan Ms Gold (pekerja social) inilah Pelzer membagi penderitaan yang dialaminya, dan kemudian iapun tumbuh berkembang menjadi seorang anak yang mendapat perlakuan sebagai manusia yang sebenarnya. Singkat cerita setelah dewasa Dave Pelzer diterima menjadi salah seorang mahasiswa penerbangan di Amerika Serikat padahal pada waktu itu ia belum selesai sekolah menengah. Diikutinya pendidikan penerbangan, dan akhirnya iapun dinyatakan lulus dan diterima pada Angkatan Udara Amerika Serikat. Dan bahkan ia tercatat sebagai penerbang terbaik yang dimiliki negaranya. Banyak perhargaan lain yang diterimanya, Ronald Reagan dan Geoge Bush, kedua-duanya adalah presiden Amerika Serikat memberikan gelar kepadanya sebagai anak tertabah yang dimiliki Amerika Serikat.
Pada bulan Nopember 1994 ia dinobatkan menjadi satu-satunya warga Amerika yang dianugerahi penghargaan sebagai salah satu “outstanding young persons of the world” di Kobe Jepang. Pada acara pemberian penghargaan tersebut Pelzer diminta untuk menyampaikan pesan dan kesan. Terlihat pada raut wajahnya rasa sedih bercampur bahagia dan terlihat ia tidak mampu menahan air matanya, lalu ia pun berkata; “Ibuku tercinta, kelahiran yang tidak kuminta ini ternyata menyusahkan ibu, oleh karena itu aku mohon maaf, dan terima kasih Pelzer persembahkan kepada ibu, karena ibu pulalah aku menjadi begini.” Hadirin ikut larut dalam kesedihannya sambil berguman; “sangat pantas ia dinobatkan sebagai manusia tertabah dan pemaaf pada abad ini.”

 

Hidup untuk memaafkan

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 7:47 am

Martha (35) adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang. Ia dan suaminya, Peterson, adalah warga kulit putih, tetapi di antara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian warga di sekitarnya. Tapi, Martha hanya tersenyum dan berkata bahwa neneknya berkulit hitam dan kakeknya berkulit putih.

Perkataan Martha itu membuat anaknya, Monika, mendapat kemungkinan seperti itu, berkulit hitam. Dan begitulah, meski banyak warga yang tak puas, tapi mereka seperti menemukan jawaban atas kasus Martha.

Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi. Terakhir, Dr Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya hanyalah mencari pendonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya. Dokter menjelaskan, di antara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan pedonor tercocok. Ia lalu meminta seluruh anggota keluarga Martha berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Raut wajah Martha berubah. Tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan. Hasilnya tak satu pun yang cocok. Dokter memberi tahu, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu cara yang paling manjur, Martha dan suaminya harus “membuat” anak lagi, dan mendonorkan darah anak itu untuk Monika.

Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa suara, “Tuhan… kenapa menjadi begini?” Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa. Peterson mengerutkan keningnya, berpikir. Dr Adely berusaha menjelaskan pada mereka, saat itu banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukemia. Lagi pula, cara itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap bayi pendonor. Tapi, bukan itu yang dipikirkan Martha. Akhirnya, masih dengan nada bingung, dia memandang Dr Adely, ” Biarkan kami memikirkannya dahulu.”

Malam kedua, Dr Adely tengah bergiliran tugas, ketika pintu ruangannya di dorong, dan dia melihat pasangan suami-istri tersebut. Martha menggigit bibirnya keras,suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada Adely, “Kami ingin memberitahumu sesuatu, Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga rahasia ini, rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun ini.” Dokter Adely yang membaca betapa tegangnya pasangan itu, segera mengangguk.

Peterson bercerita. “Sepuluh tahun lalu, Mei 1992. Waktu itu anak kami yang pertama, Eleana, telah berusia 2 tahun. Martha bekerja di sebuah restoran fast food. Setiap hari pukul 10 malam baru ia pulang kerja. Malam itu, turun hujan lebat. Seluruh jalanan telah tiada orang satu pun. Saat melalui suatu parkiran yang tak terpakai lagi, Martha mendengar suara langkah kaki, mengikutinya. Dengan ketakutan, Martha memutar kepala untuk melihat, seorang remaja berkulit hitam tengah berdiri di belakang tubuhnya. Orang tersebut menggunakan sepotong kayu, memukulnya hingga pingsan, dan memperkosanya.

“Saat tersadar, Martha segera berlari, pulang. Malam telah pukul 1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila, ke luar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satu pun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing, menangis menahan kepedihan. Langit sepertinya runtuh!”

Peterson mengisak, dan ia melanjutkan ceritanya dengan tersendat. “Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dia kandung merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami, cinta kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan.

“Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi, bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa. Apalagi, aku dan Martha merupakan warga Kristen yang taat. pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika.”

Mata Dr Adely juga basah. Pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala, berkata, “Jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekali pun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika!”

Ia terdiam, memandangai Martha. “Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya, atau sumsum tulang belakang anaknya ada yang cocok untuk Monika. Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian?”

“Demi anak ini, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya,” kata Martha.

Dr Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.

******

November 2002. Di koran Wayeli termuat berita pencarian seperti ini: 17 Mei 1992, di parkiran mobil ke-5 Wayeli, seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja harus “dibebani” untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini menderita leukemia . Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera. Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Kami berharap, jika si ayah kandung membaca berita ini, semoga ia bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth.”

Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya adalah, apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar. Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.

Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr Adely bagaikan meledak, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini. Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan.

Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap. Saat itu juga seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. “Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya? Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini?”

Surat kabar Wayeli menulis topik: “Bila Anda orang berkulit hitam itu, apa tindakan yang Anda lakukan?” sebagai bahan diskusi.

Bagian penjara setempat terus berupaya membantu Martha, memberikan laporan terpidana hukuman pada tahun 1992 pada rumah sakit. Dikarenakan jumlah orang berkulit hitam di kota ini hanya sedikit, maka dalam 10 tahun terakhir ini juga hanya sedikit jumlah terhukum berkulit hitam. Apalagi, sebagian telah bebas, dan tak semuanya karena tindak perkosaan. Martha dan Peterson menghubungi beberapa orang ini. Begitu banyak terpidana waktu itu yang bersungguh-sungguh dan antusias untuk memberikan petunjuk. Tapi sayangnya, mereka semua bukanlah orang hitam yang memperkosanya waktu itu.

Tak lama kemudian, kisah Martha menyebar ke seluruh rumah tahanan. Tak sedikit terpidana yang tergerak karena kasih ibu ini, tak peduli mereka berkulit hitam maupun berkulit putih, semua bersukarela mendaftar untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang, berharap dapat mendonorkannya untuk Monika. Tapi tak satu pun pendonor yang memenuhi kriteria di antara mereka.

Berita pencarian ini mengharukan banyak orang. Tak sedikit orang yang bersukarela untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang, untuk mengetahui apakah dirinya memenuhi kriteria. Para sukarelawan semakin lama semakin bertambah, di Wayeli timbullah wabah untuk mendonorkan sumsum tulang belakang. Hal yang mengejutkan adalah kesediaan para sukarelawan ini menyelamatkan banyak penderita leukimia lainnya. Sayang, Monika tidak termasuk penderita yang beruntung.

Martha dan Peterson menantikan dengan panik kemunculan si kulit hitam. Akhirnya dua bulan telah lewat, orang ini tak muncul-muncul juga. Dengan tidak tenang, mereka mulai berpikir, mungkin orang hitam itu telah meninggal dunia. Mungkin ia telah meninggalkan jauh-jauh kampung halamannya. Sudah sejak lama tak berada di Itali. Mungkin ia tak bersedia merusak kehidupannya sendiri, tak ingin muncul. Tapi tak peduli bagaimanapun, asalkan Monika hidup sehari lagi, mereka tak rela untuk melepaskan harapan untuk mencari orang hitam itu.

******

Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporak porandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili.

17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran tergelam, merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan. Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan, terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apa pun dirinya, selalu memukul dan memakinya.

17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal, merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, di tengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran.

Di tengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorang pun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini. Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini.

Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu. Di mata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik.

Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah dia perbuat. Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah dia perkosa, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorang pun.

Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikit pun ia tak pernah membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan beranggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya. Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi nomor telepon Dr Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun.

Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha. Sang istri, Lina, berkata, “Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku di posisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian.”

Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan, “Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu?”

“Sedikitpun aku tak akan memaafkannya! Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut! Ia benar-benar seorang pengecut!”

Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pahit itu pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur. Untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata, “Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku!”

Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya. Ia pun memeluk erat-erat sang anak, “Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan ayah ya…”

Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata, “Baiklah, kumaafkan. Guru TK-ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya.”

Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Di matanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri: “Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat?” Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri.

Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian padanya dengan menanyakan apakah ada masalah. Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah. “Selamat pagi, manager!” Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila. Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat terus diam , ia pun menelepon Dr Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang, “Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu.”

Dr Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr Adely menambahkan kalimat terakhirnya, “Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya.”

Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika.

Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata, “Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika! Aku harus menyelamatkannya!”

Lina sangat terkejut, marah dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah, “Kau PEMBOHONG!”

Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan keduasuami-istri tersebut dengan segera mereda.

Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya, “Memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat mengulurkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur.

“Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya? Ataukah seorang suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya?”

Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama. Pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi penderitaan. Lina menetapkan hatinya, “Ajili, pergilah menemui Dr Adely! Aku akan menemanimu!”

******

3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr Adely. 8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika.

Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu.

Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.

Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati kabar ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis surat pada Dr Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat, “Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan!”

10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, ia pun menyetujui hal ini.

18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili. Saat ia melihat Martha, langkah kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam, tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir. Lalu, dengan suara serak Ajili sesenggukkan, “Maaf… mohon maafkan aku! Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu.”

“Terima kasih, kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku?”

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika! Sang dokter berkata dengan antusias, “Ini suatu keajaiban!”

22 Februari 2003, setelah sekian lama, harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat.

Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr Adely datang ke rumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr Adely membawa suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya. “Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian! Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di saparuh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku!”

 

Fitrah sang Andy

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 7:28 am

Diambil dari cerita nyata..

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?”

“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”

“Terima kasih, Bapa Pendeta.”

“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”

“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.”

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.

Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan….??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang.”

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

“Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku..”

“Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!”

Andy begitu terkejut,”Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya..”

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

“Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!”

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,”Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,”Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Dia pun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

“Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?”

“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” Ucap ibu Andy terisak.

“Apa katanya?”

Ayah Andy berkata,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

“Apa yang dikatakan?”

“Dia berkata kepada putraku..” Ujar sang Ayah. “Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,”Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa… kecuali dengan Tuhan.”

The Lizard (Kadal)

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 7:22 am
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan

tembok.Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang

terbuat dari kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap

diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia

merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu,

ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu

pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi

terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa

bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10

tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa

yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian,

tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di

mulutnya....AHHHH! Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada

seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu

selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan

pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan

oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti

memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang

kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir

tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara

lelaki, saudara

 perempuan.....Berusahalah semampumu untuk tetap dekat

dengan orang-orang yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG

ANDA KASIHI!!!

Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah menyentuh hidup anda dan

membuat anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih dalam lagi tentang

hidup. Bagikan cerita ini untuk semua orang. Semoga setiap orang dicintai.

Sebuah catatan dari Cae Hiew  "Cinta membuat jiwamu muda kembali dan

menghilangkan semua keriput" Jadi, mulailah mencintai!!!

 

Pilih Kaya atau Bahagia??

Filed under: RODCYSKY ARTIKEL — Wendy @ 6:29 am

Ini pertanyaan yang sedari awalnya sudah keliru. Ibarat bertanya : pilih makan atau minum? Kenapa harus memilih salah satu? Kenapa tidak pilih keduanya? Makan bisa dilakukan tanpa minum. Minum bisa dilakukan tanpa makan. Keduanya independen. Namun, kalau makan dilanjutkan dengan minum maka akan muncul sinergi yang luar biasa. Bagaimana kalau minum dilanjutkan dengan makan? Bisa juga sih, tapi kurang nikmat.

Bila analogi tersebut dapat dipahami, maka makan lebih tepat merupakan analogi bahagia, dan minum adalah analogi kaya. Kita bisa bahagia tapi tidak kaya. Bisa juga kaya tapi tidak bahagia. Yang paling nikmat adalah bahagia dan (juga) kaya. Bisa juga kaya dan (juga) bahagia.

Analogi di atas tentu tidak sungguh-sungguh akurat. Karena bahagia dan kaya bisa terjadi bersamaan, tidak harus berurutan. Yang dimaksud dengan analogi tersebut adalah bahwa kaya dan bahagia memenuhi dua hal yang berbeda.

Ibarat minum adalah untuk menghilangkan haus, maka esensi kaya adalah ‘menghilangkan ketergantungan pada sesuatu’. Kaya hati artinya tidak mudah iri. Kaya ilmu artinya tidak bodoh. Kaya harta artinya tidak tergantung sempitnya uang. Kaya berarti merdeka. Karena itulah zuhud (berlepas dari cinta kepada dunia) berarti juga kaya.

Sementara itu ibarat makan adalah untuk mengisi perut menghilangkan lapar, maka esensi bahagia adalah ‘mengisi diri menghilangkan kehampaan’. Orang yang tidak bahagia itu serba hampa, jiwanya hampa, ilmunya hampa, kekayaannya hampa. Hampa artinya tidak punya isi, kosong, tidak bernilai. Jadi menjadi bahagia adalah membuat diri ini berisi, hidup ini bernilai.

Lebih jauh lagi bila makan dan minum bertujuan untuk kesehatan tubuh, maka bahagia dan kaya juga untuk menyempurnakan tugas manusia yaitu menjalankan tugas dari Tuhan (ibadah).

Kembali lagi pada pertanyaan, pilih kaya atau bahagia? Pertanyaan yang salah. Bahagia dan kaya bukan pilihan ambil satu. Justru keduanya wajib untuk didapatkan. Bagaimana kalau kita makan terus tapi tidak minum? Bagaimana kalau minum terus tapi tidak makan?

 

Next Page »

Blog at WordPress.com.