Wendy Hidayat WeBlog’s

August 14, 2008

Rehat sejenak sambil diskusi

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 3:19 am

Dua hari yang lalu saya, mas didiet dan mas rayyan diskusi mengenai kondisi tim futsal kami (Sharing Vision FC) yang sedang berlaga di Technopreneur Soccer League. Beberapa pertandingan kebelakang tim kami sedang tidak beruntung, permainan menarik dan performa yang bagus sudah mampu kami tunjukan namun hasilnya tim kami sampai saat ini masih belum menunjukan tanda-tanda mencapai hasil yang sesuai dengan harapan kami malah dua pertandingan kebelakang kami mendapat 2 kali kekalahan beruntun Rolling Eyes

Point penting dari pembicaraan kami adalah bagaimana kami harus menghargai dan memberikan kepercayaan penuh kepada teman-teman satu tim untuk bermain secara tim dengan maksimal dan jika pertandingan kemaren kami masih belum beruntung mungkin ini bukan semata karena kesalahan di para pemain melainkan kami harus lebih memeras otak lagi untuk mengatur strategi yang lebih tepat dengan memaksimalkan pemain-pemain yang ada. Chayooo buat teman-teman SV Spaz

Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan, tim sepak bola yang paling habat sekalipun pasti pernah mengalami kekalahan dan kegagalan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kegagalan demi kegagalan tersebut dapat dijadikan bahan pelajaran dan pengalaman untuk membentuk sebuah tim yang solid dan tangguh.

August 5, 2008

Pra-Bayar dan Pasca-Bayar

Filed under: Sharing — Wendy @ 10:54 am

Sejak pertama kali punya ha-pe sampai sekarang saya masih tetap menjadi pelanggan setiap PT. Indosat (dahulu Satelindo). Saya memakai kartu SIM IM3 milik Satelindo yang pra-bayar. Dan saya pernah berfikir untuk memakai kartu pasca-bayar seperti matrix atau sejenisnya, kerena yang saya tahu pasca-bayar itu lebih murah tarifnya dan juga ngga repot harus cari-cari pulsa (pernah juga disaranin sama mas fran buat ganti ke pasca-bayar :) ).

Katanya di luar negeri, pelanggan pasca-bayar benar-benar dianggap layaknya seorang raja, selain tarif pulsanya nya yang lebih murah, fasilitas-fasilitas yang bagus dan lengkap juga disediakan bagi pelanggannya. Tetapi kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi di negeri kita Indonesia, kartu pra-bayar menjadi hidangan yang menggiurkan bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi misalnya, PT. Indosat, PT. Telkomsel, PT. Excelcomindo maupun sejenisnya. Dan tentu saja yang menjadi target pasar utamannya adalah masyarakat atau khalayak menengah ke bawah yang ingin membatasi pengeluarannya walaupun ada segelintir persen masyarakat kelas atas yang juga menggunakannya.

Dan yang lebih mengejutkan lagi malah tarif untuk kartu pra-bayar ini jadi lebih murah! Tidak tanggung-tanggung, tarif SMS pra-bayar IM3 dan Matrix misalnya bisa beda 100% atau bahkan 7,5 kali lebih mahal jika dengan voucher khusus.

Studi kasus :

SMS :  Selain keuntungan pasca-bayar adalah tidak perlu repot untuk mencari pulsa, biaya terbeban kepada operator per pengeriman satu SMS hanyalah Rp 75. Salah satu operator telekomunikasi (……) memaksa pengguna pasca-bayar untuk membayar biaya 4 kali lebih mahal dari seharusnya. Sementara pra-bayar dikenakan tarif setengahnya.

GPRS : Layanan internet,  untuk Tarif Matrix untuk GPRS adalah Rp 5/KB. Sementara IM3 hanya Rp 1/KB!

Kalau dipikir secara seksama perusahaan telekomunikasi di Indonesia benar-benar menelantaran salah satu kelompok para pelanggannya yang setia, pengguna pasca-bayar. Karena tanpa di sadari para pelanggan pasca-bayar ini turut menyumbang revenue lebih banyak dari pelanggan pra-bayar yang hobi dengan gonta ganti kartu.

Sebagai gambaran dan perbandingan saja, tapi saya tidak bermaksud untuk tidak menghargai para pelanggan pra-bayar karen saya pun termasuk salah pelanggan pengguna kartu pra-bayar di Indonesia, bahwa :

Kalau di negara selain Indonesia, pelanggan yang setia seperti pelanggan pasca-bayar selayaknya di service dengan baik sebagai balas jasa telah percaya kepada penyedia jasa tersebut. Tetapi di Indonesia, negara yang semuanya serba terbalik, pelanggan pasca-bayar diperlakukan layaknya sebagai SAPI PERAH!

Apakah anda sependapat??? :)

July 22, 2008

Kampung Nan Jauh Di Mata….

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 6:29 am

Manna adalah sebuah kota kecil yang merupakan kota di Kabubaten Bengkulu Selatan, yang terletak di Sebelah Barat Bukit Barisan dan merupakan Wilayah Pesisir Pantai Lautan Samudra Hindia.

Masyarakat Manna atau biasa di sebut dengan Warga Masyarakat Bengkulu Selatan sebagian besar adalah petani dan nelayan, selebihnya adalah pedagang dan pegawai negeri. Potensi daerah yang dimiliki sebenarnya cukup banyak, hanya saja karena keterbatasan sumber daya manusia dan dana mungkin yang menyebabkan ekplorasi sumber daya alam kurang begitu lancar sehingga daerah ini menjadi lambat berkembang dibandingkan dengan daerah2 lain, walaupun demikian saya tetap bangga menjadi putra daerah Bengkulu Selatan karena ga ada kata terlambat untuk berpartisipasi menyumbang sesuatu untuk tanah kelahiran :) .

Terlepas dari itu semua, jika ada yang berminat untuk maen atau jalan-jalan ke Bengkulu tepatnya ke daerah Bengkulu Selatan jangan lupa untuk menyempatkan waktunya maen ke Pantai Pasar Bawah karena menikmati sunset disore hari di pinggir Pantai Pasar Bawah ternyata benar-benar indah dan menyenangkan sekali, sepertinya ga kalah dengan suasana pantai kuta bali :) .

Suasana panas tidak menyurtkan keiinginan untuk menikmati pemandangan di pinggir pantai pasar bawah

Semakin sore suasana pantai semakin indah

Ingat masih kecil, pulang sekolah sama teman2 berenang dan berselancar di sini,

Menikmati pemandangan pantai pasar bawah di sore hari bersama istri

Indahnya ciptaan Tuhan

Tempat ini masih menjadi favorit saya bersama teman-teman kalau pulang kampung

July 14, 2008

Back to Manna

Filed under: Jalan-jalan — Wendy @ 10:46 am

Ngga terasa sudah hampir 2 tahun ga pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga, Bapak, Ibu dan adik-adik di Manna – Bengkulu karena terlalu banyak kesibukan dan pekerjaan di Bandung. Akhirnya kesempatan untuk bertemu dengan Ibu dan keluarga di Manna pun kesampaian juga setelah mendapat izin cuti dari kantor, Alhamdullilah bisa pulang ke Sumatra lagi, kali ini bersama dengan istri dan keluarga dari Rangkasitung :P (..senangnya..)

Sedang dalam perjalanan naik travel yang menuju Manna

July 1, 2008

Tersiksanya sakit mata

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 9:47 am

Sabtu kemaren pulang maen futsal tiba-tiba mata koq terasa merah dan perih.

Ah biasa, mungkin karena kemasukan debu, perkiraan ku karena pulang dari Meteor Futsal saya emang ga pake helm yang ada kacanya alias helm full face.

Tapi ternyata perkiraan ku salah karena mataku semakin merah, perih dan membengkak.

Ah ternyata kena symtomnya sakit mata nih, …pedih dan ga enak banget, benar-benar tersiksa (

Terpaksa dech akhirnya berangkat ke Jakarta dengan keadaan mata sebelah yang sakit :(

June 9, 2008

Liga Sudah Dimulai!!!!

Filed under: Sports — Wendy @ 7:56 am

Minggu, 7 Juni 2008 kemaren, saya sempat ikut maen futsal kebetulan tim kami berhadapan dengan tim indocisc dalam ajang liga futsal antar perusahaan software dan konsultan IT di Bandung.

Tensi dan atmosfir pertadingan cukup keras karena bisa dibilang kedua tim sama-sama berkualitas dan memiliki teknik bermain yang bagus (He….he…), saking bagusnya banyak pemain yang cedera termasuk saya, kaki saya keseleo sampai sekarang masih memar dan bengkak, tapi alhamdulilah tidak ada pemain yang sampai cedera serius.

Pada akhirnya tim kami harus menyerah kalah di kandang sendiri oleh tim Indocisc, T_T

(tapi ga apa-apa, kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal yang biasa yang penting adalah bagaimana tim yang kalah dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada dan tim yang menang tidak bersikap angkuh dengan kemenangannya…..).

Selamat ya buat teman-teman indocisc, jangan lengah karena kami akan membawa 3 point penuh di kandang indocisc nanti (^_^)

Buat Tim yang lain, tetap semangat dan selalu junjung sportifitasnya ya….:)

April 29, 2008

Iseng !@#$%

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 4:22 am

Banyak orang mengatakan bahwa, Dunia tanpa persaingan ibarat dunia tanpa warna. Tidak ada keindahan, tidak ada antusiasme. Persaingan penting karena memberikan gairah untuk berusaha dalam berkompetisi.

Apakah hidup juga membutuhkan persaingan??

January 24, 2008

”Mengubah Budaya Dalam Sehari, bisakah…??”

Filed under: Sharing — Wendy @ 5:37 am

24 January 2008

Minggu pagi setelah melakukan kewajiban aktivitas rutin di dojo (tempat latihan) langsung meluncur ke tempat kostan, seperti biasa dalam perjalanan menuju kostan saya melakukan ritual tahan nafas alias tutup hidung, bukan karena suatu keharusan melainkan sebuah kewajiban (hala hala….., sok puitis) karena harus melewati kumpulan sampah yang ada di dekat pasar yang kebetulan posisinya berada di pinggir jalan menuju kostan.

Kebersihan adalah sebagaian dari iman, kalimat ini sudah sangat familiar sekali kita dengar bahkan saking familiarnya kita sampai lupa bahkan tidak tahu dari manakah sumber dan makna yang terkandung didalamnya.

Selidik punya selidik ternyata kalimat tersebut bukan hanya sekedar slogan biasa tetapi dikutip dari pernyataan Nabi Muhammad SAW seperti yang tercantum di dalam hadist.

Al Quran juga menyebutkan bahwa :

“Allah mencintai orang-orang yang bersih, artinya orang-orang yang beriman dan percaya kepada Allah seharusnya selalu menjaga kebersihan”.

Bersih yang dimaksudkan dalam Al Quran dan Hadist tersebut tidak terbatas pada kebersihan yang terkait dengan ritual ibadah, seperti whudu atau mandi melainkan juga kebersihan lingkungan secara umum termasuk kebersihan kamar mandi atau toilet.

Budaya bersih ini memang masih kurang di kalangan masyarakat kita. Negara-negara sekuler, seperti AS dan Negara-negara Eropa lain justru sudah menerapkan budaya bersih sesuai dengan ajaran islam. Tetapi sangat disayangkan sekali, kita yang justru mayoritas masyarakatnya adalah Islam malah kurang memperhatikan masalah kebersihan ini.

Masih rendahnya kesadaran kebersihan masyarakat Indonesia bisa dilihat dari joroknya toilet-toilet umum di negeri ini.

Dalam kultur Indonesia, toilet disebut dengan istilah kamar kecil, atau kamar belakang. Itu sudah menunjukan bahwa toilet itu sesuatu yang tidak penting, masyarakat kita menganggap WC/toilet itu tidaklah harus bersih.


“Kebersihan toilet menunjukan kultur suatu bangsa, maka masalah kebersihan toilet pun adalah masalah kultural”

Mengubah budaya memang tidak bisa dilakukan dalam sehari, namun kebiasaan buang air yang terkait dengan kebersihan toilet dan lingkungan itu bisa dirubah. Sebagai contoh, Singapura yang dulunya sangat jorok sekali dengan toiletnya, bisa mengubah budaya masyarakatnya dengan aturan tegas dan ancaman denda yang tegas pula tanpa harus pandang bulu karena jika pandang bulu maka yang keenakan golongan yang banyak bulunya yang tidak lain adalah (monyet / orang utan).

Contoh lain adalah Cina, pemerintah Cina rajin mengkampayekan budaya bersih dalam buang air sebagai salah satu persiapan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. Sampai sopir taksi di Beijing bias bilang “if you don’t have a clean toilet, you don’t have future”, Jika kamu tidak mempunyai toilet yang bersih, maka kamu tidak mempunyai masa depan.

Dari sudut pandang apapun, Orang, Masyarakat maupun Negara yang jorok tidak akan mempunyai masa depan.

January 17, 2008

Kemanakah perginya sang kedelai ??

Filed under: Lagi Iseng — Wendy @ 10:19 am

15 Januari 2008

Kupandangi jam yang terpaku di dinding disebelah kiri atas tempatku duduk bekerja sudah menunjukan pukul 16.55 WIB, kuperhatikan pekerjaan yang ada di komputer didepanku sudah mengisyaratkan untuk break. Suasana sore kota Jakarta kupandang dari atas gedung D Bank Indonesia kembali mulai terserang musibah bencana alam Macet, suasana ini menambah semarak kota Jakarta yang tiada matinya.

Diikuti dengan detik jam yang semakin berlari meninggalkan sore akupun berkemas membersihkan meja kerja menuju kost-kostan yang ada di daerah kebon kacang yang menjadi base camp kami ketika kami harus stand by bekerja di jakarta.

Seperti biasanya sebelum sampai ke tempat kostan aku menyempatkan diri untuk mampir membeli makanan dan cemilan untuk bekal bekerja diwaktu malam hari. Salah satu cemilan favoritku adalah gorengan tempe dan tahu yang dijual di area dekat kostel kebon kacang yang menjadi area tempat base camp kami.

Sesaat kuperhatikan ada sesuatu yang mengganggu pemandangan mataku, tidak seperti biasa aku tidak melihat adanya gorengan tempe dan tahu yang disediakan oleh bapak penjual gorengan. Dengan rasa ingin tahu diikuti dengan dahaga lapar yang cukup besar karena kebetulan sudah 3 hari aku tidak makan gorengan, kuberanikan diri untuk coba bertanya :

Pak, tempe dan tahunnya koq ga ada?

Kemudian si bapak penjual gorengan tersebut menjawab diikuti dengan raut dan nada suara setengah serius dan bercanda :

Tahu dan tempenya lagi pada demo mas,

Kita tunggu aja, nanti kalau sudah selesai demonya tahu dan tempenya akan balik sendiri (si bapak penjual sambil mengekspresikan senyumnya yang terlihat agak dipaksakan)

Sepintas kalau kita perhatikan ungkapan si bapak penjual gorengan tersebut merupakan canda ringan bentuk sebuah kekecewaan dan kepasrahan dengan kondisi yang dihadapinnya.

Tidak hanya bapak penjual gorengan saja yang mengalaminya, bapak dan ibu-ibu penjual warung nasi padang dan warteg di pelataran seberang jalan kantor BI pun ikut menjadi sepi dengan suasana sajian tahu tempenya.

Sebenarnnya apakah yang sedang terjadi dengan tahu??

Bagaimanakah keadaan sang tempe??, dan

Kemanakah perginya sang kedelai??,

Sang kedelai yang dulunya bersahabat dengan orang-orang kecil kini malah memusuhi dan menjauhi mereka.

Apakah ini sebuah permainan politik orang-orang yang berkuasa yang hanya memikirkan dirinya sendiri sehingga mencoba menghalalkan segala cara walaupun harus mengorbankan rakyat kecil?

Ataukah memang negeri kita ini yang sudah terlalu miskin dengan kebutuhan pokok dan hasil perkebunannya sehingga mengharuskan kita untuk bergantung dengan negara lain??

Hanya………yang tahu.

Kita hanyalah orang-orang kecil layaknnya teh botol* yang selalu menjadi sajian terakhir dari hidangan-hidangan yang enak-enak buat sang penguasa.

* Inget sama Mas Alfa

December 4, 2007

Dinding Hati…..

Filed under: Renungan Hati — Wendy @ 10:17 am

Jakarta, 04-12-2007

Ada pepatah lama mengatakan, “sepandai-pandai tupai melompat suatu waktu pasti pernah mengalami jatuh”, jika kita kaitkan dengan kondisi bangsa kita saat ini mungkin seperti itulah gambaranya, kita sedang mengalami suatu keadaan dimana sang tupai merasakan jatuh dari pohonya. Tapi tupai hanyalah seekor binatang yang pandai melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, apakah kita juga seperti itu??

Terlepas dari sang tupai, yang menjadi sorotan saya kali ini adalah bagaimana kita bisa bangkit dari jatuh untuk memperbaiki diri, berbenah diri sehingga suatu saat kesalahan ke-2 tidak akan terulang lagi.

Coba kita perhatikan secara seksama nasib negeri ini, masih sempatkah kita menarik bibir dan tersenyum lebar ketika saudara kita masih ada yang mencuri hanya untuk sesuap nasi?

Masih mampukah kita membuka mulut dan tertawa ketika saudara kita masih ada yang menangis?

Dan masih pedulikah kita kepada mereka??

Sebuah makna khusus yang harus kita renungi besama, yaitu Apa yang bisa kita lakukan buat mereka, apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini??

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.